Sabar Kunci Kesuksesan
Bangsa yang kuat bukan bangsa yang ditakuti oleh bangsa-bangsa yang lain. Tetapi bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menahan emosi atau amarahnya. Bangsa yang tidak mudah di sulut oleh api amarah, inilah yang dimaksud dengan sabar.
Orang yang sabar adalah orang yang mampu untuk menahan amarahnya, orang yang mampu membaca dan mengendalikan siatuasi dan kondisi yang tengah terjadi. Siapapun orangnya hendaknya mampu menahan emosi alias sabar karena kesabaran itu sebagian daripada iman.
Kesabaran adalah pelita diri, dia bisa disegani dan dihormati oleh orang lain karena mampu mengendalikan situasi dan kondisi yang tengah dihadapainya. Maraknya tawuran antar pelajar dan mahasiswa, kerusuhan yang terjadi di belahan negeri ini dan juga banyaknya pejabat negara yang melakukan korupsi dan manipulasi adalah pertanda bahwa bangsa ini sedang sakit. Sakit jiwanya, hatinya sudah beku dan mati. Tidak ada lagi rasa solidaritas, hanya nafsu syaithon yang dibiarkan bergentayangan dalam hati sanubarinya.
Hanya mereka yang kembali kepada “khitah” yang bisa selamat, yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul yang digunakan sebagai pedoman dalam hidup dan kehidupan ini. Bukankah manusia itu diciptakan oleh Allah sebagai Khalifah fil Ard(Pemimpin di bumi)? Bukan menjadi perusuh, perusak dan penghancur dunia tetapi sebagai pelestari alam semesta.
Orang yang sabar hidupnya akan sukses, kebahagiaan akan senantiasa bersahabat dengannya, tetapi orang yang tidak sabar hanya malapetaka yang senantiasa menjumpainya.
Sumber Warta Surya



